Pemain Wales Siap-Siap Jauh Dari Istri Di Piala Eropa 2016

Pemain Wales Siap-Siap Jauh Dari Istri Di Piala Eropa 2016

Ada banyak hal yang bisa dilakukan pelatih untuk menjaga anak buahnya tetap konsentrasi, salah satunya adalah dengan menjauhkan kekasih dan istri dari pemain yang akan berlaga di Piala Eropa 2016.

Kebijakan ini diambil oleh Chris Coleman sebagai pelatih kepala Wales yang berlaku untuk semua pemain Wales. Istri di yakini Coleman akan membuat pemain akan kesulitan dalam konsentrasi untuk menjalani setiap laga di Piala Eropa, apalagi ini adalah turnamen besar yang baru pertama kali di ikuti Wales sehingga perlu konsentrasi penuh untuk menjalaninya.

Ada tiga pertandingan yang akan kami jalani tanpa kekasih dan istri di sekitar kita. Ini akan berlaku selama fase grup yang akan berlangsung selama 10 hari. Selama 10 hari tersebut kami akan melakukan rutinitas seperti mempersiapkan diri, melakukan pertandingan dan latihan, Ujar Coleman.

Namun selain kebijakan berat yang harus dijalani oleh Gareth Bake cs, Coleman juga akan memberikan hadiah andai anak asuhnya mampu untuk lolos ke babak grup.

Jika kami lolos maka akan ada periode 6 hari dan salah satu harinya bisa dimanfaatkan kita untuk berkumpul bersama istri. Sehingga saya mengajak semua untuk fokus lolos dari babak grup, tambah Coleman.

Ini bisa menjadi lecutan tambahan kepada para pemain Wales untuk bisa lolos ke babak selanjutnya. Coleman bertekad walaupun ini adalah turnamen terbesar yang pernah di ikuti Wales namun Coleman tidak ingin ini hanya menjadi ajang sekadar numpang lewat, Coleman ingin Wales membuktikan prestasi lebih tinggi lagi selama kesempatan itu ada.

Dalam rangka mewujudkan mimpinya Wales harus berhadapan dengan beberapa tim Eropa yang tidak bisa dianggap remah yang bergabung di grup B. Beberapa tim tersebut seperti Slovakia Inggris dan Rusia.

Pertemuan menghadapi Inggris akan menjadi pertempuran yang penuh laga emosional karena kedua tim ini memiliki kedekatan emosi. Wales menitipkan timnya di Liga Inggris sehingga sedikit banyak para pemain di tim tersebut paham akan gaya bermain dan strategi yang bisa dilakukan oleh para pemain Inggris.