Balotelli Pilih Milan Ketimbang Liverpool

Balotell Pilih Milan Ketimbang Liverpool

Para penggemar dan pecinta Premier League nampaknya tidak akan bisa lagi melihat aksi dari Mario Balotelli. Super Mario yang kini berseragam Milan menyatakan tak akan kembali ke kasta tertinggi kompetisi sepakbola Inggris tersebut. Balotelli sendiri masih menjadi milik Liverpool dan statusnya di AC Milan adalah pemain pinjaman.

Balotelli dibeli Liverpool dari AC Milan pada awal musim 2014/2015. Namun sayang, performa Mario bersama Liverpool di Premier League sangat memprihatinkan. Dari 16 laga yang dimainkannya bersama Liverpool di Premier League, Balotelli hanya mencetak sebiji gol. Dengan nilai transfer yang mencapai 20 juta Euro, tentu bukan performa itu yang diinginkan para pendukung Liverpool.

Balotelli pun akhirnya kembali ke Milan di paruh kedua musim 2014/2015 sebagai pemain pinjaman. Karena tak akan mendapat tempat di Liverpool, peminjaman Balotelli diperpanjang hingga musim 2015/2016. Pemain berusia 25 tahun tersebut nampaknya betah di Milan dan enggan kembali ke Liverpool.

Ketika ditanya apakah akan kembali lagi ke Premier League bersama dengan Liverpool, Balotelli dengan tegas menolak. Menurutnya, dia tak pernah merasa bahagia ketika berada di Liverpool. Dia hanya ingin bermain di Serie A Italia bersama dengan AC Milan.

“Aku ingin bertahan di Milan. Aku tak ingin kembali Liverpool, Aku tak pernah merasa bahagia di Liverpool,” ungkap Mario Balotelli.

Di AC Milan sendiri penampilan Balotelli masih belum maksimal. Dari 17 laga yang sudah dilakoninya bersama dengan Milan, mantan pemain Inter Milan tersebut hanya bisa mencetak satu gol. Meskipun begitu, dirinya yakin bisa mengembalikan performa terbaiknya bersama Il Rossoneri.

“Aku mulai merasa kondisiku menjadi lebih baik. Aku telah kembali ke bentuk permainan terbaikku dalam segi fisik maupun mental. Aku sangat bangga terhadap hal tersebut,” ujar Balotelli.

Mario Balotelli memang merupakan sosok pemain yang kerap membuat ulah. Selama karir sepakbolanya, Balotelli kerap melakukan tindakan-tindakan konyol yang merugikan tim yang dibelanya. Mulai dari Inter Milan hingga Machester City pernah merasakan bagaimana susahnya mengurus pemain satu ini. Tak heran jika pemain yang satu ini sering menjadi bulan-bulanan media massa.