Cellino – Bellusci Bukanlah Seorang Rasis

Pemilik Leeds United, Massimo Cellino membela bek tengahnya, Giuseppe Bellusci

Striker Norwich City, Jerome mengklaim bahwa bek Bellusci membuat pernyataan rasis

Pemilik Leeds United, Massimo Cellino membela Giuseppe Bellusci setelah bek tengah tersebut dituduh melakukan pelehan rasial terhadap Cameron Jerome. Striker Norwich City, Jerome mengklaim bahwa bek Bellusci membuat pernyataan rasis pada babak pertama pertandingan Championship yang berakhir dengan hasil imbang 1-1 Selasa lalu di Carrow Road. Wasit Mark Clattenburg menghentikan permainan setelah insiden antara dua pemain, kemudian berbicara kepada kedua manajer di pinggir lapangan.

Asosiasi Sepakbola Inggris menyatakan pada hari Rabu ini bahwa mereka tengah menyelidiki insiden tersebut, dan Cellino telah mendukung pemainnya. “Bellusci bukanlah seorang rasis,” katanya kepada The Yorkshire Evening Post. “Saya berbicara dengan dia dan dia berkata ‘Anda pasti bercanda, saya tidak mengatakan hal-hal seperti itu kepadanya [Jerome].’ Dia terkejut mendengar hal ini. Dia terkejut. “Saya tidak menerima seorang rasis di klub ini dan saya tidak akan pernah mengijinkan seorang rasis untuk berada di klub ini. Jika salah satu dari pemain saya adalah seorang rasis, saya akan mendepaknya sebelum FA memiliki kesempatan untuk melakukan hal itu.

“Bellusci mengatakan bahwa ia berbicara [kepada Jerome] dalam bahasa Italia. Saya tidak tahu apakah dia berbahasa Italia juga, tapi Bellusci bersumpah kepada saya dia tidak mengatakan apapun yang bersifat rasis. Dia tentu merasa kesal karena ia terhantam di leher dan wajah, tetapi ia menyangkal apapun yang bersifat rasis. Saya percaya dia dan dan saya akan mendukung dia. Saya akan menulis surat kepada mereka [FA] untuk memperjelas posisi saya terhadap Bellusci dan rasisme. Jika ada pemain Leeds yang terbukti berlaku rasis, dia akan dikeluarkan. Itulah filosofi dan janji saya.”

Rodgers Menegaskan Bahwa Balotelli Sudah Melakukan Yang Terbaik

Balotelli Akhirnya pasti akan mencetak gol

Kembalinya Balotelli ke Liga Premier sejauh ini gagal membuahkan hasil

Brendan Rodgers menegaskan bahwa Mario Balotelli sudah melakukan yang terbaik meskipun awal karirnya bersama Liverpool jauh dari hasil yang diharapkan.

Balotelli pindah ke Anfield dalam sebuah kontrak senilai 16 juta Pounds dari Milan pada bulan Agustus untuk menambal lini depan Liverpool yang kekurangan pemain akibat kepindahan Luis Suarez di pra-musim ke Barcelona. Namun, pemain asal Italia itu telah gagal untuk menggantikan gol dari pemain Uruguay, Suarez, dan hanya mampu mencetak satu gol sejauh ini – pada pertandingan melawan Ludogorets di ajang Liga Champions.

Kembalinya Balotelli ke Liga Premier yang sejauh ini gagal membuahkan hasil telah menumpuk tekanan pada sang striker dan juga manajernya – terutama karena absennya Daniel Sturridge akibat cedera – dengan Balotelli gagal menyelesaikan sejumlah peluang di QPR pada pertandingan hari Minggu lalu, termasuk sebuah peluang emas di babak kedua. Namun, Rodgers memuji komitmen pemain berusia 24 tahun itu untuk berkembang, dan mengharapkan bahwa untuk menuai hasilnya secepat mungkin.

“Dia pasti akan bangkit kembali,” kata Rodgers. “Yang paling penting bagi saya adalah usahanya, dia melakukan yang terbaik, dia bekerja dengan sangat keras, hanya saja keadaannya tidak baik baginya saat ini. Dia mungkin dilihat sebagai pengganti langsung untuk Luis, tapi saya katakan sebelumnya, Luis tak tergantikan, benar-benar sebuah bakat kelas dunia, dan itu bukanlah yang diminta dari Mario.

“Dia pemain yang hebat, saya benar-benar menikmati bekerja dengan dia, dia ingin meningkatkan diri, dia ingin menjadi lebih baik, tapi itu tidak akan terjadi dalam semalam untuknya. Dia tidak akan menjadi seperti Suarez, dia adalah jenis pemain yang sama sekali berbeda dari Suarez. Akhirnya dia pasti akan mencetak gol.”

Posisi Sayap Adalah Spesialisasi Tad – Koeman

Kemenangan 8-0 atas Sunderland Sabtu lalu membuat Southampton berada di urutan ketiga dalam tabel

Ronald Koeman memuji penampilan Dusan Tadic pada awal yang menakjubkan dari Southampton di Liga Premier musim ini

Tadic – penandatanganan akhir musim dari Twente – membuka jalan saat tim pimpinan Koeman tersebut meneruskan penampilan mereka yang luar biasa dengan kemenangan yang hampir sulit untuk dipercaya 8-0 atas Sunderland pada Sabtu lalu, mencetak satu gol dan memiliki andil dalam empat gol lainnya. Hasil itu membuat total poin Southampton menjadi 16 dari 8 pertandingan pertama, hasil yang membuat mereka berada di urutan ketiga dalam tabel.

Koeman mengatakan: “Dia adalah pemain yang fantastis. Dia adalah pemain yang memberikan banyak assist dan sangatlah bagus bahwa dia dapat mencetak gol [melawan Sunderland]. Dia pemain hebat dengan pergerakan yang aktif. Saya sangat menikmati menyaksikan dia bermain. Selalu merupakan hal yang mudah untuk bekerja dengan pemain yang sangat baik dan pemain yang memiliki banyak kualitas.”

Southampton telah mengkoleksi 19 gol di liga sejauh ini, dan hanya Chelsea (dengan 23 gol) yang mencetak gol lebih banyak dari mereka. Dan menurut Koeman, keterampilan dari lini serangan mereka itulah yang akan menjadi faktor utama yang dapat membuat timnya mampu bersaing di Liga Premier. Dia menambahkan: “Kami memberi gelandang kebebasan untuk naik dan mencetak gol karena kita tidak bisa bergantung pada satu pemain untuk mencetak semua gol. Itu adalah kualitas tim dan kami bekerja keras untuk meningkatkan hal itu setiap minggunya.”

“Tidaklah mengherankan bahwa sekarang [Jack] Cork mencetak gol, [Victor] Wanyama mencetak gol dan [Morgan] Schneiderlin juga mencetak gol. Kami menyukai itu dan mereka mendapatkan kebebasan untuk melakukan itu. Jika Anda memiliki rotasi yang baik di lini tengah, maka akan sulit bagi lawan untuk bertahan dengan baik terhadap serangan seperti itu. Itu adalah kualitas yang penting di babak kedua. “

Wenger Menyesalkan ‘Kurangnya Fokus’

Welbeck mencetak gol penyeimbang dari operan Alexis Sanchez

Hasil imbang 2-2 melawan Hull City mengurangi kekecewaan Wenger

Arsene Wenger meratapi kurangnya fokus dari timnya saat mereka membutuhkan gol dari Danny Welbeck menjelang pertandingan berakhir untuk menyelamatkan hasil imbang 2-2 melawan Hull City.

Gol dari Mohamed Diame dan Abel Hernandez hampir dipastikan akan membuat Arsenal kalah untuk kedua kali berturut-turut di Liga Premier pada hari Sabtu lalu. Namun, Alexis Sanchez – yang mencetak gol pembuka di menit ke 13 – mengoper bola melewati pertahanan Hull di injury time dan Welbeck mencetak gol penyeimbang dari operan tersebut.

Hasil imbang tersebut mengurangi kekecewaan Wenger, yang harus melihat Jack Wilshere berjalan terpincang-pincang keluar lapangan di babak kedua, tapi manajer asal Perancis itu kecewa dengan cara Arsenal bertahan dari gol yang dicetak Hernandez tak lama setelah istirahat dan penolakan wasit Roger East untuk memberikan tendangan bebas karena pelanggaran yang dilakukan terhadap Mathieu Flamini sebelum gol pembuka dari Diame.

“Ini adalah sore hari yang mengecewakan karena saya pikir kami memiliki kepemilikan bola 80 persen dan hanya mendapat satu poin,” kata Wenger. “Ini adalah hasil yang sangat mengecewakan. Kami benar-benar harus memenangkan permainan ini. Kami kurang beruntung dengan wasit pada gol pertama, tetapi pada kedua kami hanya bisa menyalahkan diri kami sendiri. Kami keluar dari ruang ganti dengan kurangnya fokus dan langsung memberi mereka kesesmpatan untuk memimpin pertandingan. Saya tidak bisa menyalahkan usaha dan perasaan para pemain, tetapi konsentrasi lini pertahanan hilang untuk gol kedua. Pada tingkat ini Anda tidak bisa memberikan gol tandang seperti itu.”

Setelah gol Hernandez, Hull dipaksa untuk bertahan di sebagian besar babak kedua sampai akhirnya Welbeck menemukan jalan ke gawang lawan. Hasil ini membuat Arsenal tertinggal 11 poin di belakang pemimpin klasmen, Chelsea dan Wenger mengakui jarak terhadap tim asuhan Jose Mourinho tersebut mengkhawatirkan. “Tentu saja saya tidak bisa mengatakan itu bukan masalah. Ini adalah masalah besar,” tambahnya. “Di babak kedua, kami bermain 10 melawan 10 dan itu sulit. Ini adalah satu permainan lagi di mana Anda tidak bisa kebobolan lagi ketika Anda berada pada skor 1-1. Kami tahu itu. Kami memiliki cukup pengalaman untuk mengetahui hal itu dan kami tidak dapat kebobolan gol tandang seperti yang kami lakukan. Jujur saja, saya pikir gol pertama adalah karena kesalahan wasit. Gol kedua merupakan kesalahan kami. “

Monk Mengecam Wasit Atas Penalti Stoke

Tim tamu unggul lebih dulu melalui tendangan penalti Wilfried Bony

Monk tidak bisa menyembunyikan amarahnya atas keputusan Michael Oliver untuk memberikan hadiah penalti atas pelanggaran terhadap Rangel

Manajer Swansea City, Garry Monk marah besar atas keputusan penalti saat timnya dikalahkan 2-1 di Stoke City.

Tim tamu mendominasi jalannya pertandingan di sebagian besar babak pertama dengan permainan operan yang rapi dan unggul lebih dulu melalui tendangan penalti Wilfried Bony setelah striker tersebut diganjal oleh Ryan Shawcross. Namun, Charlie Adam memastikan Stoke menyamakan kedudukan sesaat sebelum istirahat paruh waktu, juga melalui titik penalti setelah Victor Moses terjatuh dengan sedikit sentuhan dari Angel Rangel. Manajer Stoke, Mark Hughes kemudian menyegarkan jalannya pertandingan dengan tiga pergantian pemain di babak kedua dan dua di antaranya bergabung untuk menciptakan gol kemenangan saat Jon Walters menyundul umpan silang dari Oussama Assaidi.

Tapi Monk tidak bisa menyembunyikan amarahnya atas keputusan Michael Oliver untuk memberikan hadiah penalti atas pelanggaran terhadap Rangel. “Hukuman terhadap kami sangatlah memalukan – itu jelas-jelas bukan merupakan penalti,” katanya kepada Sky Sports. “Bahkan timnya sendiri tidak percaya dia diberikan tendangan penalti itu dan dia seharusnya mendapat kartu karena melakukan diving.”

Namun Adam merasa Stoke layak menjadi pemenang saat posisi mereka mereka pindah ke bagian atas klasmen. “Setelah kami dapat menguasai arus permainan, saya pikir itu adalah kemenangan layak,” katanya. “Bony menyebabkan masalah bagi kami di babak pertama, tapi setelah kami menghentikan aliran bola kepadanya, saya pikir kami mendominasi periode selanjutnya dari permainan itu.”

Walters menambahkan: “Itu adalah pertandingan yang sulit tetapi kami mendapat hasil yang kami inginkan. Manajer hanya menyuruh saya untuk bermain dan melakukan hal saya lakukan, Oussie [Assaidi] memberikan operan yang matang dan saya berhasil menyundulnya.”