Kevin Wilson – Mantan Manajer Che Adams Mengutuk Pencari Bakat DVD

Adams sempat dibuang oleh Coventry sebelum Wilson mengangkatnya sebagai pemain Sheffield United

Kevin Wilson melihat Adams, 18, di sebuah pertandingan percobaan di Leicester dua tahun lalu

Manajer yang menemukan pemain Sheffield United, Che Adams di klub non-liga Ilkeston mengkritik klub Football League karena “mencari pemain berbakat melalui DVD”.

Kevin Wilson melihat Adams, 18, di sebuah pertandingan percobaan di Leicester dua tahun lalu. Dia mengatakan para manajer harus mulai kembali ke tingkatan akar rumput untuk mencari pemain-pemain berbakat. “Pencarian bakat yang agresif sekarang ini telah hilang,” katanya. Adams datang dari bangku cadangan untuk mencetak dua gol di semifinal Piala Liga melawan Tottenham di Bramall Lane. Pertandingan itu hanyalah penampilannya yang keempat untuk Sheffield United sejak manajer Blades, Nigel Clough memberikannya kontrak dua tahun di bulan November, setelah kepindahan senilali lebih dari 100,000 Pounds dari Ilkeston, yang berjuang untuk mendapat promosi dari Liga Divisi Utama Evo-Stik.

“Banyak orang melihat DVD dan bukannya pergi keluar dan melihat ke tingkatan akar rumput,” kata Wilson. Dia menambahkan bahwa “mencari pemain berbakat melalui DVD memang mempermudah pekerjaan, tapi kurang 30% dari pemain di Liga Premier adalah orang Inggris dan kita bertanya-tanya mengapa permainan kita terus memburuk. “Masih ada cukup banyak pemain berbakat di luar yang mampu bersaing di Liga papan atas. Mereka hanya tidak mendapatkan kesempatan.”

Adams bukanlah satu-satunya pemain yang telah ditemukan Wilson di tingkatan terbawah yang kemudian dibantunya untuk menumbuhkan bakat mereka. Kieran Wallace adalah rekan setimnya di Ilkeston sebelum mengikuti Adams ke Sheffield United dan mantan pemain sayap Ilkeston, Jake Mulraney berangkat ke Queens Park Rangers pada Desember 2014. Adams dibuang oleh Coventry sebelum Wilson mengangkatnya.

Dia kemudian menghabiskan dua tahun membina pemain yang mampu tampil pada tingkat yang jauh lebih tinggi dari League One, di mana Sheffield United saat ini berada. “Dia bisa saja tampil di Liga Premier,” kata Wilson. “Saya tahu dia akan mendapat penilaian yang lebih kritis ketika ia bermain di setiap pertandingan, tetapi anak itu punya segalanya. “Dia adalah seseorang yang Anda selalu bisa yakini akan dapat terus berkembang. Dia memiliki faktor ‘wow’ itu.

“Pada suatu waktu, saya mengundang 49 pencari bakat dan manajer untuk menyaksikannya bermain. Kadang-kadang mereka harus percaya pada penilaian mereka. “Dengan bantuan Nigel, saya yakin Che dapat terus berkembang dan pada akhirnya akan membuktikan diri sebagai pembelian yang baik.”

Christian Eriksen – Spurs Tidak Takut Terhadap Chelsea

Christian Eriksen - Spurs Tidak Takut Terhadap Chelsea

Christian Eriksen mengatakan Tottenham akan menghadapi Chelsea “tanpa rasa takut” ketika kedua tim bertemu di final Piala Liga.

Spurs, yang mencapai final dengan kemenangan agregat 3-2 atas Sheffield United, mengalahkan The Blues dalam pertandingan Liga Premier dengan skor 5-3 pada Hari Tahun Baru. “Kami tidak takut,” kata Eriksen. “Kami akan pergi ke sana tanpa rasa takut dan itu akan menjadi pertunjukan yang bagus.” Gelandang asal Denmark itu mencetak dua gol saat Spurs bermain imbang 2-2 dengan Blades untuk memastikan tempat mereka di final pada tanggal 1 Maret.

Golnya yang kedua terjadi di menit ke-88 setelah Blades unggul lebih dulu dengan skor 2-1 berkat gol dari pemain pengganti berusia 18 tahun, Che Adams. Gol Eriksen yang pertama dicetaknya dari tendangan bebas di menit ke-28. Pemain berusia 22 tahun itu hingga kini telah mencetak gol penentu kemenangan bagi timnya di menit ke-87 atau lebih sebanyak empat kali dalam 16 pertandingan terakhir.

“Untuk dapat sampai ke Wembley sangat berarti bagi kami, kami semua benar-benar senang,” katanya. “Gol pertama dari tendangan bebas adalah salah satu gol terbaik yang pernah saya cetak. Itu agak mengejutkan untuk mengenai begitu tinggi dalam jaring. Saya tidak terlalu sering berlatih tendangan bebas.”

Dia juga memuji tim Liga Satu lawannya. “Sheffield United tampil sangat mengesankan,” katanya. “Mereka bermain seperti tim Liga Premier. Mereka seharusnya bermain di ajang yang lebih tinggi.” Chelsea mencapai final dengan kemenangan agregat 2-1 atas Liverpool.

Jose Mourinho Didenda 25.000 Pounds Untuk Komentarnya Mengenai ‘Kampanye’ Wasit

Jose Mourinho Didenda 25.000 Pounds Untuk Komentarnya Mengenai 'Kampanye' Wasit

Jose Mourinho telah dikenai denda sebesar 25.000 Pounds atas komentarnya yang mengklaim adanya “kampanye” untuk mempengaruhi keputusan wasit terhadap timnya, Chelsea. Mourinho membuat komentar tersebut setelah timnya tidak mendapatkan tendangan penalti saat mereka bermain imbang 1-1 dengan Southampton pada tanggal 28 Desember. Asosiasi Sepakbola Inggris menganggap komentar Mourinho itu sebagai “tidak pantas dan mencemarkan nama baik permainan sepak bola”.

Tapi manajer Chelsea, yang diberikan peringatan mengenai perilakunya di masa mendatang, telah dibebaskan dari tuduhan mengenai adanya keputusan bias yang dilakukan oleh wasit. Selama pertandingan di St Mary, wasit Anthony Taylor memberi kartu kuning kepada Cesc Fabregas karena dianggap melakukan diving setelah terjatuh di dalam kotak penalti setelah Matt Targett mencoba menghentikan langkahnya. Setelah pertandingan yang berakhir imbang itu, manajer Stamford Bridge tersebut mengatakan kepada BBC Sport: “Media, komentator, manajer tim-tim lain semua melakukannya [menekan wasit].”

Dalam konferensi pers sesudah pertandingan, ia menambahkan: “Ada kampanye untuk menjatuhkan Chelsea. Saya tidak tahu mengapa ada kampanye seperti ini dan saya tidak peduli.. “Semua orang tahu itu bahwa pelanggaran itu seharusnya mendapatkan tendangan penalti.” Mourinho juga telah diberikan peringatan resmi untuk komentar yang dibuatnya sebelum pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 2-0 bagi Chelsea atas Stoke City pada tanggal 22 Desember. Manajer asal Portugis itu meminta wasit Neil Swarbrick untuk menampilkan kinerja yang baik di Stadion Britannia.

Chelsea vs Liverpool

Kiper Chelsea, Thibaut Courtois membuat serangkaian penyelamatan di leg pertama

Rodgers – Blues akan memiliki motivasi besar

Leg kedua semifinal Piala Capital One
Tempat: Stamford Bridge
Tanggal: Selasa, 27 Januari (19.45 GMT)

Manajer Liverpool, Brendan Rodgers yakin Chelsea akan memiliki motivasi yang lebih besar untuk mencapai Wembley setelah kalah secara mengejutkan di ajang Piala FA oleh Bradford City.

The Reds akan menuju ke Stamford Bridge setelah bermain imbang 1-1 di leg pertama semifinal Piala Liga di Anfield. Chelsea kalah 4-2 di kandang Bradford pada hari Sabtu, setelah sebelumnya sempat memimpin 2-0. “Hasil pada akhir pekan tidak membantu – mereka akan memiliki motivasi besar,” kata Rodgers. “Ketika Anda mendapatkan hasil pertandingan seperti itu, Anda ingin menebus kesalahan itu.”

Namun, Rodgers yakin kekalahan Chelsea akan memberikan harapan bagi timnya jika mereka tertinggal lebih dulu pada pertandingan hari Selasa ini. “Akan juga ada kekhawatiran di dalam pikiran bawah sadar Anda, bahkan jika Anda unggul dalam permainan – seperti ketika mereka unggul 2-0, bahwa Anda masih dapat kalah,” tambah Rodgers. “Jadi saya yakin akan ada sedikit perasaan gentar.”

Kiper Chelsea, Thibaut Courtois membuat serangkaian penyelamatan di leg pertama dan Rodgers percaya bahwa pengulangan permainan yang menitik-beratkan pada serangan dari Liverpool bisa membuat mereka menuai manfaat. Dia mengatakan: “Kami bermain melawan mereka minggu lalu setelah mereka melawan Swansea, yang bisa dibilang hasil dan kinerja terbaik mereka musim ini, tapi kami tampil luar biasa dalam pertandingan itu.

“Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit, tapi kami pasti akan bermain tanpa rasa takut dan kekuatan kami di lini serangan sangatlah luar biasa. Kami menunjukkan itu di pertandingan terakhir. “Performa tim kami sedang berada di atas, kita telah melihat selama beberapa minggu terakhir. Kami punya keyakinan besar dengan mengetahui bahwa, khususnya pada pertandinga tandang, bentuk dan ketahanan kami semakin baik dan lebih baik dan kita bisa mendapatkan hasilnya. “

Manajer Bradford City Menolak Jabat Tangan Yang Terlalu Dini Dari Mourinho

Mourinho memasukkan Eden Hazard, Cesc Fabregas dan Willian saat skor 2-2.

Pertandingan Piala FA putaran keempat berakhir dengan kemenangan bagi Bradford dengan skor skor 4-2 di Stamford Bridge

Manajer Bradford City, Phil Parkinson menolak untuk menjabat tangan Jose Mourinho sebelum pertandingan berakhir karena ia ingin “melihat permainan hingga selesai.”

Manajer Chelsea itu mendekati Parkinson menjelang akhir pertandingan Piala FA putaran keempat yang berakhir dengan kemenangan bagi Bradford dengan skor skor 4-2 di Stamford Bridge. Tapi Parkinson menolak jabat tangan tersebut karena masih ada sisa waktu tiga setengah menit sebelum pertandingan benar-benar berakhir. Keduanya akhirnya berjabat tangan di ruang ganti Bradford setelah pertandingan.

Parkinson, yang klub Liga Satunya tertinggal 2-0 setelah pertandingan berlangsung selama 38 menit, mengatakan: “Mourinho datang untuk berjabat tangan. “Tapi pada saat itu masih ada sisa waktu tiga setengah menit lagi dan saya tidak tertarik dengan hal itu.” Manajer Aston Villa, Paul Lambert dan mantan asisten Roy Keane juga menolak Mourinho ketika ia mencoba untuk menjabat tangan mereka sebelum pertandingan benar-benar berakhir dalam pertandingan September lalu. Parkinson mengatakan ia tidak ingin mengadu nasib dengan “pemain kelas dunia Chelsea di lapangan.” Mourinho memasukkan Eden Hazard, Cesc Fabregas dan Willian saat skor 2-2.

Berbicara dalam konferensi pers pasca pertandingan, Parkinson menambahkan: “Kau tahu bahwa jika Chelsea bisa membalas satu gol bahkan ketika menjelang pertandingan berakhir, dan dengan pemain kelas dunia mereka di lapangan, mereka bisa dengan mudah mendapatkan gol yang kedua sehingga kami ingin berkonsentrasi atas apa yang harus kami lakukan dan melihat pertandingan hingga selesai. “Mourinho datang ke ruang ganti setelah itu dan berjabat tangan dengan semua orang – memuji para pemain atas penampilan mereka, yang saya pikir adalah sentuhan berkelas yang nyata.”

Pencetak gol Andy Halliday mengatakan kemenangan Bradford City adalah “konyol”. Pimpinan klasmen sementara Liga Premier Chelsea unggul 2-0 sebelum babak pertama berakhir, tapi Jon Stead memicu kebangkitan yang berakhir dengan kemenangan 4-2 untuk The Bantams. Filipe Morais menyamakan kedudukan sebelum Halliday membawa The Bantams unggul, dengan Mark Yeates menyegel kemenangan mereka. “Ini adalah hari terbaik dalam hidup saya sejauh ini – itu sangatlah konyol,” kata Halliday yang berusia 23 tahun. “Tidak banyak tim yang bisa menunjukkan karakter setelah tertinggal 2-0 di Stamford Bridge dan saya yakin banyak orang meremehkan kami pada saat itu.”

Gelandang asal Skotlandia tersebut telah dipinjam dari Middlesbrough sejak Oktober, tetapi dipastikan akan pindah secara permanen ke Valley Parade. Hasil yang menakjubkan bagi Bradford terjadi di hari yang sama saat klub asal Halliday menyingkirkan Manchester City, tapi hasil imbang antara Cambridge United dengan Manchester United 24 jam sebelumnya yang menjadi inspirasi bagi klub West Yorkshire tersebut. “Itulah Piala FA, hanya ada beberapa kompetisi di dunia yang bisa menyaingi itu,” tambah Halliday. “Kami menyaksikan pertandingan Cambridge v Man United di hotel, dan jika itu tidak bisa memberikan rasa percaya diri bagi kami, maka tidak akan ada hal lainnya yang bisa.”

You might also likeclose