Scholes – Saya Khawatir Dengan Kondisi Manchester United

Paul Scholes khawatir Manchester United bisa terpuruk seperti Liverpool di tahun 1990-an

Manchester United butuh tambahan lima pemain untuk bisa membalikkan keadaan

Mantan gelandang Paul Scholes mengungkapkan kekhawatirannya bahwa Manchester United bisa jatuh terpuruk jika mereka tidak bisa memperbaiki performa mereka.

Setelah bergembira-ria setelah memenangkan gelar Liga Premier musim 2012-13, musim lalu Manchester United jatuh ke peringkat ketujuh, yang membuat David Moyes dipecat sebagai manajer.

Pelatih asal Belanda, Louis van Gaal mengambil alih tim utama, tapi kebiasaan lama terulang kembali di Old Trafford saat Manchester United kalah 2-1 di pertandingan perdana Liga Premier mereka melawan Swansea City.

Dan Scholes – yang meraih 11 kali gelar juara Liga Premier bersama Manchester United – percaya United bisa saja terus menurun seperti yang terjadi pada saingan berat mereka, Liverpool d tahun 1990-an, setelah meraih gelar juara di musim 1989-1990 sebelum akhirnya hanya berhasil mencapai empat kali posisi runner-up di 24 musim berikutnya.

Selama periode itu, Liverpool juga berakhir di luar posisi tiga besar di klasmen Liga Inggris sebanyak 15 kali.

“Saya khawatir terhadap Manchester United. Benar-benar khawatir bahwa mereka bisa terpuruk seperti Liverpool di tahun 1990-an,” tulis Scholes dalam kolom eksklusif untuk The Independent.

Menurut Scholes , jika Manchester United ingin bangkit, mereka harus menambah pemain baru selain Luke Shaw, Ander Herrera dan Marcos Rojo.

“Apa yang mereka butuhkan? Lima pemain. Lima pemain yang layak yang bisa langsung bertanding dan bisa membalikkan keadaan, “lanjutnya.

“Biarkan saya jelaskan: saya muak harus mengkritik klub di mana saya menghabiskan karir saya sebagai pesepakbola profesional. Tapi Manchester United perlu untuk memperbaiki diri.”

Piala Super Spanyol – Rodriguez Mencetak Gol Saat Real Ditahan Imbang Oleh Atletico

Leg Pertama Piala Super Spanyol Berakhir Imbang

Atletico tidak terkalahkan sejak musim lalu oleh Real Madrid dan Barcelona

Pemain baru James Rodriguez mencetak gol pertamanya untuk Real Madrid, tapi Raul Garcia menyamakan kedudukan untuk Atletico Madrid menjekang pertandingan berakhir dan membuat leg pertama Piala Super Spanyol di Bernabeu berakhir imbang 1-1.

Mantan striker Monaco, Rodriguez, pemenang Sepatu Emas di Piala Dunia, mencetak gol di menit ke-80. Tapi Garcia menyambut bola dari tendangan sudut dan mencetak angka untuk sang juara La Liga. Rodriguez masuk menggantikan Cristiano Ronaldo, yang harus keluar lapangan di babak pertama karena diduga menderita cedera punggung.

Piala Super Spanyol adalah kompetisi yang setara dengan Community Shield di Inggris – di mana juara Liga bertanding dengan juara Piala FA – dan pertandingan di tahun 2014 antara juara bertahan La Liga Atletico menghadapi Real yang memenangkan Copa del Rey musim lalu.

Striker asal Kolombia, Rodriguez membuat penampilan pertamanya di Stadion Bernabeu Real, di mana para pendukung memberikan penghormatan kepada legenda klub Alfredo Di Stefano, yang meninggal pada bulan Juli, sebelum kick-off. Dan pemenang Liga Champions, yang menambahkan Piala Super UEFA ke dalam koleksi trofi mereka setelah mengalahkan Sevilla di Cardiff pekan lalu, bermain lebih solid setelah istirahat paruh waktu.

Gareth Bale memiliki dua peluang untuk mencetak gol bagi tim yang dipimpin Carlo Ancelotti, pertama melalui drive miring yang berhasil diselamatkan oleh Miguel Angel Moya dan kembali menguji sang kiper lagi melalui tendangan bebas yang keras.

Moya tidak mampu menahan serangan pemain asal Welsh tersebut, akan tetapi pemain baru Real, Toni Kroos tidak dapat mengubah bola muntahan tersebut menjadi gol.Namun Kroos turut terlibat dalam terciptanya gol pembuka, pemain asal Jerman itu berhasil mengecoh Daniel Carvajal dan memberikan umpan silang yang rendah ke dalam area penalti. Tembakan Karim Benzema berhasil diblokir, namun bola jatuh ke kaki Rodriguez, yang mencetak gol dari jarak delapan meter pada menit ke-80.

Gol itu tamapknya akan memberikan keunggulan bagi Real pada leg kedua di Stadion Vicente Calderon, tetapi Atletico menunjukkan kegigihan mereka untuk membalikkan keadaan. Tim asuhan Diego Simeone, yang telah kehilangan Diego Costa, Filipe Luis, David Villa dan Thibaut Courtois sejak kekalahan mereka oleh Real di final Liga Champions, tidak terkalahkan di musim lalu oleh Real Madrid maupun Barcelona. Dan mereka memperpanjang rekor tersebut ketika Garcia menjentikkan bola melewati Iker Casillas dari dalam kotak enam meter.

Chelsea – Jose Mourinho Memuji ‘Sang Maestro’ Cesc Fabregas

John Terry - Fabregas berada di kelas yang berbeda

Mourinho – Cesc adalah man of the match di pertandingan pembukaan musim melawan Burnley

Cesc Fabregas disebut sebagai “Sang Maestro” oleh manajer Chelsea Jose Mourinho setelah ia membantu mencetak dua gol dalam kemenangan 3-1 di pertandingan pembukaan musim Liga Premier melawan Burnley.

Mantan gelandang Arsenal berusia 27 tahun itu bergabung dengan Chelsea dengan nilai kontrak 27 juta Pounds dari Barcelona pada bulan Juni. “Saya sangat setuju bahwa Cesc adalah man of the match pada pertandingan ini”, kata Mourinho, yang timnya langsung naik ke puncak klasmen.

“Dia mengendalikan tempo permainan dan bertanggung jawab untuk fase terbaik dalam permainan kami.” Tim yang dipimpin Mourinho, yang difavoritkan oleh banyak orang untuk memenangkan gelar juara Liga, mengalahkan tim tuan rumah yang baru dipromosikan, meskipun kebobolan lebih dulu.

Gelandang Clarets Scott Arfield menjebol pertahanan Thibaut Courtois, yang turun sebagai kiper utama menggantikan Petr Cech, dengan tendangan kerasnya. Tapi pemain debutan Chelsea, Diego Costa, pembelian musim panas dari Atletico Madrid senilai 32 juta Pounds, dengan cepat menyamakan kedudukan dengan gol Liga Premier pertamanya.

Fabregas membuka jalan bagi Andre Schurrle untuk mencetak gol kedua bagi Chelsea melalui operan langsung , dan mantan pemain Arsenal juga terlibat dalam gol ketiga, mengambil tendangan sudut yang diselesaikan oleh Branislav Ivanovic. “Saya berharap dia memiliki lebih banyak operan seperti itu,” kata Mourinho mengenai operan pemain asal Spanyol tersebut kepada Schurrle. “Kami tahu dia mampu.

“Lebih penting daripada operan itu adalah kontrol yang dimilikinya terhadap permainan, kombinasinya dengan Nemanja Matic membawa tim kami ke dimensi yang berbeda dalam kualitas sepakbola yang kami mainkan. “Dia membuat keputusan yang tepat, intensitas yang tepat dari permainan dan dia membawa pemain lainnya ke arah yang benar. Saya sangat senang dengan dia.”

Kapten Chelsea John Terry juga memuji Fabregas. “Beberapa pergerakan dan caranya mencetak gol berada di kelas yang berbeda, dan Cesc mungkin memilih dari situ passing yang dia buat untuk gol yang dicetak Schurrle,” ujar Terry.

Sementara itu Mourinho menganggap bahwa timnya seharusnya mendapat hadiah penalti ketika Costa terjatuh setelah kiper tuan rumah Tom Heaton menangkap kakinya. Sebaliknya, striker Spanyol itu terkena pelanggaran, keputusan yang digambarkan sebagai “tidak adil” oleh sang manajer, dan dia menambahkan “itu bukan simulasi, jelas merupakan penalti”.

Manajer Burnley Sean Dyche mengatakan timnya akan belajar dari kekalahan. “Kami harus terus berusaha, dan kami melakukan hal itu di babak kedua. Kami terus menekan dan mencoba mencetak gol,” katanya. “Kami melawan tim papan atas. Kami harus realistis, tapi bukan berarti harus menyerah begitu saja. Perjalanan kami sedikit berbeda dari Chelsea. Kami menikmati pertandingannya, tapi kami tidak menikmati kekalahan.”

Norwich City – Martin Olsson Dilarang Bertanding Setelah Mendorong Wasit

Martin Olsson diskorsing selama tiga pertandingan karena mendorong wasit

Pemain Norwich City – Martin Olsson tampak mendorong wasit Simon Hooper ketika diusir keluar lapangan

Pemain asal Swedia berusia 26 tahun tersebut tampak mendorong wasit Simon Hooper ketika ia diusir dari lapangan ketika Norwich City kalah 1-0 oleh Wolves di Molineux pada tanggal 10 Agustus.

Larangan tampil di tiga pertandingan tidak termasuk satu peertandingan di mana dia sudah terkena kartu merah itu sendiri, yang merupakan hasil dari dua kali kartu kuning.

Olsson melewatkan kemenangan 3-0 atas Watford yang bermain dengan 10 pemain di Carrow Road pada hari Sabtu, setelah klubnya menegaskan bahwa mereka tidak akan mengajukan banding atas keputusan tersebut, ia juga akan absen pada pertandingan kandang melawan Blackburn pada hari Selasa, pertandingan tandang melawan Ipswich pada hari Sabtu dan pertandingan kandang putaran kedua Piala Capital One melawan Crawley Selasa depan.

Pernyataan dari FA berbunyi: “Setelah sidang Komisi Pengatur Independen, pemain Norwich City Martin Olsson diskorsing selama tiga pertandingan berlaku secepatnya, dan dapat mengajukan banding.

“Olsson, yang juga didenda £ 3.000, mengakui melanggar aturan FA sehubungan dengan insiden yang terjadi pada pertandingan melawan Wolverhampton Wanderers pada hari Minggu 10 Agustus 2014.

“Tuduhan itu adalah bahwa tindakan Olsson membuat kontak fisik dengan wasit sebelum menerima kartu merah dan perilaku yang tidak terpuji saat ia meninggalkan lapangan permainan, yang terjadi di luar wewenang Petugas Pertandingan.”

Manajer Jose Mourinho Mengungkapkan Alasan Di Balik Keputusannya Memilih Courtois

Thibaut Courtois menggantikan Petr Cech sebagi pemain nomor satu di Chelsea

Masa kejayaan Petr Cech sebagai kiper Chelsea nampaknya akan segera berakhir

Manajer Chelsea, Jose Mourinho menjelaskan mengapa ia memilih Thibaut Courtois dibanding kiper veteran Petr Cech untuk petandingan malam ini melawan Burnley di Turf Moor.

Masa kejayaan Cech selama 10 tahun sebagai pemain nomor satu Chelsea nampaknya akan berakhir setelah Mourinho menempatkan Thibaut Courtois di bawah mistar gawang.

Tiga tahun setelah kontraknya bersama The Blues, Courtois tampil untuk pertama kalinya di pertandingan awal musim Chelsea, dan Cech dipasang sebagai pengganti.

“Kiper jelas bukanlah pemain yang Anda ubah pada setiap pertandingan, Anda harus memberikan sedikit stabilitas, tapi ini adalah tentang performa,” kata Mourinho.

“Sepuluh tahun yang lalu saya punya keputusan yang sangat sulit ketika Anda memiliki Carlo Cudicini yang memberikan penampilan yang fantastis di gawang Chelsea selama bertahun-tahun dan saya membuat keputusan untuk memilih Petr pada musim 2004-05 karena saya memiliki kiper yang saya rasa bisa menjadi di depan gawang Chelsea untuk tahun-tahun berikutnya. Ini situasi yang sama.

“Kami harus berpikir mengenai masa depan klub dan membuat keputusan untuk memberikan posisi kiper kepada Courtois. “Tapi saya merasa begitu nyaman dan aman memiliki dua kiper dengan kami. Petr adalah seorang profesional yang fantastis. Ia baru tahu keputusan saya pagi ini.”