Gus Poyet – Adam Johnson Akan Diganti Sebelum Mencetak Gol Kemenangan

Kemenangan atas Newcastle merupakan kemenangan ketiga Sunderland di liga musim ini

Gus Poyet – kemenangan melawan Newcastle merupakan hadiah Natal yang sangat istimewa bagi kami

Manajer Sunderland, Gus Poyet berniat untuk mengganti pencetak gol kemenangan Adam Johnson sesaat sebelum gelandang tersebut menciptakan satu-satunya gol melawan Newcastle.

Poyet bermaksud untuk mengganti mantan pemain sayap Middlesbrough itu di menit ke-81 dengan Will Buckley, yang akhirnya menggantikan Connor Wickham. “Saya berencana untuk mengganti Adam Johnson dan entah kenapa saya tidak jadi melakukannya,” katanya. “Jangan tanya kenapa karena saya tidak tahu, dan untungnya Johnno mencetak gol kemenangan, itu hal yang fantastis.”

Johnson mencetak gol di menit ke-90 menyusul serangan balik yang sangat baik dari tendangan sudut Newcastle. Ketika ditanya apa yang mendorongnya untuk mengubah keputusan, Poyet menambahkan: “Itu adalah laga sebelumnya ketika wasit menghentikan pertandingan untuk melakukan pergantian pemain. “Adam Johnson masuk ke belakang, memeriksa kembali, kehilangan kesempatan. Apa yang kita cari adalah untuk masuk dari belakang – Buckley datang – dan Johnno melakukannya (mencetak gol), jadi saya berkata,” Tidak, tidak, tidak, ganti Connor, nomor 10 ‘.

“Keputusan – Anda dapat menyebutnya keberuntungan atau apa pun, tapi kami belum punya terlalu banyak tahun ini, jadi jika itu adalah keberuntungan, saya akan menerimanya untuk kali ini.” Kemenangan itu merupakan kemenangan ketiga Sunderland di liga musim ini, meskipun mereka hanya kalah sekali dalam delapan pertandingan. Itu juga kemenangan ketiga beruntun Poyet atas The Magpies.

“Kami mampu melanjutkan kemenangan melawan Newcastle, dan itu sangat bagus bagi kami, tanpa melupakan bahwa tiga poin adalah hal yang utama,” tambahnya. “Tapi itu merupakan Natal yang sangat istimewa bagi kami.”

Ketua FA Greg Dyke – Lebih Banyak Pemain Asia Dibutuhkan Dalam Sepak Bola

Rencana Asosiasi Sepak Bola Inggris untuk membawa lebih banyak orang Asia ke olahraga tersebut akan diterbitkan pada tahun 2015

Greg Dyke telah mengakui bahwa FA telah gagal untuk meningkatkan jumlah pemain Inggis keturunan Asia dalam sepak bola

Ketua Asosiasi Sepakbola Inggris, Greg Dyke telah mengakui bahwa usaha-usaha sebelumnya untuk meningkatkan jumlah pemain Inggis keturunan Asia dalam sepak bola telah mengalami kegagalan.

Dengan sebuah laporan yang tertunda mengenai masalah ini akan diterbitkan tahun depan, Dyke mengakui etnis minoritas terbesar di Inggris itu masih tetap kurang terwakili. “Sudah jelas bahwa meskipun Asosiasi Sepak Bola Inggris dan badan-badan sepak bola lainnya telah memiliki niat baik di masa lalu … perubahan belum terwujud,” katanya. “Hasrat yang ada belum cukup diterjemahkan.”

Dyke menambahkan bahwa FA telah mengadakan sejumlah forum di seluruh negeri di mana mereka telah meminta pendapat dari anggota komunitas Asia. “Dari pengalaman saya sendiri di klub sepak bola, saya tahu ada hasrat yang besar di kalangan orang-orang Asia untuk terlibat dalam permainan ini di semua tingkatan,” katanya. “Namun hanya segelintir pemain telah berhasil masuk ke jajaran pemain profesional selama dua dekade terakhir. Pemain-pemain seperti Zesh Rehman, Harpal Singh, Michael Chopra, Adil Nabi dan Permi Jhooti lebih merupakan pengecualian daripada aturan. “Di luar lapangan, Zaf Iqbal, sebagai dokter klub untuk Liverpool, dan Sangi Patel, seorang mantan fisioterapis untuk Queens Park Rangers, juga telah membuat perubahan yang cukup besar.”

Seperti dilansir oelh BBC Sport pada bulan Mei, rencana Asosiasi Sepak Bola Inggris untuk membawa lebih banyak orang Asia ke olahraga tersebut, yang direncanakan akan dirilis pada Desember 2013, sekarang akan diterbitkan pada tahun 2015.

Steven Naismith – Striker Everton Menandatangani Kontrak Baru Tiga Tahun

Perpanjangan kontrak Naismith selama tiga tahun di Everton akan membuatnya menetap di klub hingga tahun 2019

Striker Everton, Steven Naismith bergabung dengan Everton dengan status bebas transfer pada tahun 2012

Steven Naismith telah menandatangani perpanjangan kontrak selama tiga tahun di Everton, yang akan membuatnya menetap di klub hingga tahun 2019.

Pemain asal Skotlandia berusia 28 tahun itu bergabung dengan Everton dengan status bebas transfer pada tahun 2012, menandatangani kontrak awal selama empat tahun. Mantan striker Rangers dan Kilmarnock tersebut memiliki koleksi enam gol di musim ini dan mencetak gol pada pertandingan Senin malam ketika Toffees mengalahkan QPR 3-1 di Goodison Park.

“Saya sangat senang berada di klub ini,” kata Naismith kepada saluran televisi klub. “Dari saat saya menandatangani kontrak pertama saya di sini, tidak lama setelah itu saya melihat betapa luar biasanya klub ini. “Saya akan mengatakan mungkin ini adalah bentuk terbaik dari karir saya. Saya senang telah menyetujui perpanjangan yang akan membuat saya berada di sini untuk beberapa tahun lagi.”

Real Sociedad 2-0 Real Oviedo

Finnbogason 28′, 61′
(agg 2 – 0)

Manajer baru Real Sociedad, David Moyes mengamankan kemenangan 2-0 atas tim kelas ketiga Real Oviedo di ajang Copa del Rey berkat dua gol yang dicetak oleh Alfred Finnbogason.

Ovideo telah menahan imbang lawan La Liga mereka tanpa gol di leg pertama. Tapi di depan pendukung mereka di San Sebastian, Sociedad menguasai pertandingan ketika Finnbogason akhirnya mencetak gol di menit ke 28 setelah sebelumnya gagal memanfaatkan peluang.

Dan striker asal Islandia itu mengamankan pertandingan dengan sebuah gol yang tercipta melalui tendangan voli setelah pertandingan berlangsung satu jam dan tim asuhan Moyes akhirnya maju ke babak 16 besar.

Manchester United Bisa Memenangkan Gelar Liga Premier – Kata Phil Neville

Neville memenangi enam gelar Liga Premier sebagai pemain di Old Trafford

Manchester United saat ini berada di peringkat ketiga klasmen sementara

Manchester United bisa memenangkan Liga Premier musim ini, kata mantan pemain dan asisten pelatih Phil Neville.

Manchester United saat ini berada di peringkat ketiga klasmen sementara, terpaut delapan poin dari pimpinan klasemen Chelsea, setelah mengklaim kemenangan beruntun yang keenam dengan kemenangan 3-0 atas Liverpool hari Minggu lalu. Ketika ditanya di BBC Radio 5 Live apakah tim Louis Van Gaal itu bisa memenangkan liga musim ini, Neville, 37, menegaskan: “Ya, mereka bisa. Saat ini, mereka punya momentum dan Anda tidak akan pernah tahu.”

Neville, yang memenangi enam gelar Liga Premier sebagai pemain di Old Trafford, adalah bagian dari tim pelatih di bawah David Moyes musim lalu. Moyes akhirnya dipecat saat United menyelesaikan musim lalu di peringkat ketujuh, namun Neville mengatakan klubnya itu bisa bangkit kembali dengan cepat. Dia menunjuk kepada “semangat” yang dia lihat dari skuad United setelah kemenangan 2-1 Senin lalu di Southampton, ketika pemain dan ofisial merayakan dengan pendukung yang bertandang ke St Mary. “Van Gaal pergi ke sana, Ryan Giggs pergi ke sana, pelatih kiper pergi ke sana,” kata Neville. “Tiba-tiba, Anda punya semangat … semangat gigih itu.”

United akan berusaha untuk menutup kesenjangan angka terhadap Chelsea dan urutan kedua Manchester City ketika mereka menghadapi Aston Villa, Newcastle, Tottenham dan Stoke selama periode Natal dan Tahun Baru. Neville mengatakan para pemain United akan percaya bahwa mereka dapat memenangkan semua pertandingan ini dan menambahkan bahwa ia merasa klubnya itu telah diuntungkan dengan tidak mengikuti kompetisi Eropa, sama seperti Liverpool musim lalu.

Liverpool nyaris mengakhiri penatian lama mereka untuk gelar Liga Premier, namun tergelincir ke peringkat kedua di belakang Manchester City. “Ada kesamaan antara Manchester Untied tahun ini dan Liverpool tahun lalu, di mana Liverpool tidak mengikuti Liga Champions,” kata Neville. “Mereka tidak punya pertandingan pertengahan pekan di Eropa dan, jika tim-tim lain tergelincir, Anda tidak akan pernah tahu.”

Kapten Wayne Rooney telah membuat perbandingan dengan musim terakhir ketika United meraih gelar juara di musim 2012 – 2013. Dalam musim terakhir Sir Alex Ferguson sebagai manajer, United memenangkan gelar dengan keunggulan 11 poin meskipun jarang menmpilkan permainan sepak bola terbaik mereka. “Kami tidak tampil dengan sangat baik pada pertandingan-pertandingan tersebut, tapi kami mendapatkan hasil,” kata Rooney. “Kadang-kadang Anda harus melakukan itu. Kami harus percaya bahwa kami bisa memenangkan gelar. Jika kami bisa memenangkan pertandingan dan tim yang lain memiliki satu hasil yang buruk, tidak ada yang tidak mungkin.”

UEFA Membuka Kasus Terhadap Celtic Atas Gangguan Yang Terjadi Di Zagreb

Gelandang Manchester United, Ander Herrera menegaskan dia tidak pernah terlibat dalam pengaturan pertandingan

Ini adalah kelima kalinya dalam tiga tahun Celtic telah dikenakan sanksi oleh UEFA atas perilaku pendukung mereka

UEFA telah membuka kasus disipliner terhadap Celtic setelah gangguan kerumunan yang terjadi di laga Liga Europa di Kroasia pada hari Kamis lalu.

Fans klub menyalakan kembang api saat klub mereka kalah 4-3 di Dinamo Zagreb. UEFA mengatakan panel disiplin mereka akan menilai kasus ini pada tanggal 19 Februari, hari yang sama saat Celtic menjamu Inter Milan di pertandingan leg pertama Liga Europa mereka. Ini adalah kelima kalinya dalam tiga tahun Celtic telah dikenakan sanksi oleh UEFA atas perilaku pendukung mereka. Juara Skotlandia itu didenda 12.600 Pounds pada tahun 2011 setelah para pendukung mereka meneriakkan yel-yel pro-IRA pada pertandingan kandang Liga Europa melawan Rennes.

Mereka kemudian dikenai denda lebih lanjut sebesar 21.000 Pounds setelah pengikut mereka membentangkan spanduk yang mengkritik UEFA dan menyalakan suar saat menghadapi klub Italia, Udinese dalam kompetisi yang sama. Klub itu juga mendapat denda sebesar 4.200 Pounds ketika kembang api dilepaskan pada pertandingan kualifikasi Liga Champions melawan Cliftonville di Celtic Park di bulan Juli 2013. Dan tahun lalu mereka didenda 42.000 Pounds oleh UEFA akibat spanduk “terlarang” di kekalahan kandang terhadap AC Milan.

Ander Herrera – Gelandang Manchester United Mengatakan Ia Tidak Pernah Mengatur Pertandingan

Gelandang Manchester United, Ander Herrera menegaskan dia tidak pernah terlibat dalam pengaturan pertandingan. Pemain asal Spanyol tersebut merupakan salah satu dari 41 pemain, pelatih dan direktur yang namanya disebut dalam penyelidikan pengaturan pertandingan di tanah airnya.

“Saya tidak pernah dan tidak akan pernah ada hubungannya dengan memanipulasi hasil pertandingan,” Herrera menulis di akun Facebook-nya. “Jika saya dipanggil untuk bersaksi dalam sidang peradilan, saya akan hadir dengan senang hati, karena hati nurani saya jelas.” Pemain berusia 25 tahun itu menambahkan: “Saya suka sepakbola dan saya percaya akan permainan yang adil, baik di dalam maupun di luar lapangan.”

You might also likeclose